Rabu, 21 Oktober 2015

Kasihan, Anak Ini Hafal 20 Juz, Tapi ....



Anak itu saya tes dan akhrinya bergabung ke tim Nasyid karena secara vocal dia mampu. bahkan dia mampu membawa nasyid menjuarai beberapa event yang digelar oleh Unsyiah beberapa tahun lalu. saat itu dia duduk dikelas 2 Mtsn.

Iya, #DIVOZA nama nasyidnya. sudah sering berganti personil, personil #Divoza setelah tamat dari pondok tersebut maka sebagai keanggotaan nasyid sudah tidak ada ikatan apapun lagi.
akhirnya kita kembali membuka kesempatan bergabung menjadi anggota untuk diteruskan oleh adik-adik letingnya.


Dibalik suaranya yang merdu nan syahdu, ia juga sebagai santri yang rajin menghafal al-quran. acara-acara resmi pondok selalu diisi oleh lantunan ayat suci yang dibacakan olehnya.

#Divoza saya titipkan dipondok ini setelah saya tidak lagi mengabdi. diapun kini menjadi alumni. bahkan saya mendengar  dia sudah hafal 20 juz. kabar baiknya lagi, dia lulus di Tarbiyah Bahasa Arab.

Namun apa hendak dikata, anak berbakat dan haus akan ilmu ini harus rela menguburkan cita-citanya melanjutkan belajar ke jenjang perkuliahan. teman-temannya yang dulu sepondok dengannya, kini sedang semangatnya dan merasakan dunia "mahasiswa".

Dia sekarang dikampung bersama orang tuanya bercocok tanam, keputusan pahit yang dialaminya tidak melanjutkan kuliah karena ekonomi. iya faktor ekonomi.

Sang ustazpun berkata, kenapa ia baru mengabarkannya sekarang, harusnya jika ia butuh bantuan, saya siap membantu, bagaimana caranya nanti kita carikan. saya akui ketulusan sang ustaz ini terhadap anak didiknya.

Akhi fillah, saya doakan kamu tahun depan sudah bisa melanjutkan lagi kuliah. Amiin..

ini kisah nyata yang saya dapatkan dari seorang ustaz di pesantrennya. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar