Anak itu saya tes dan akhrinya bergabung ke tim Nasyid
karena secara vocal dia mampu. bahkan dia mampu membawa nasyid menjuarai
beberapa event yang digelar oleh Unsyiah beberapa tahun lalu. saat itu dia
duduk dikelas 2 Mtsn.
Iya, #DIVOZA nama nasyidnya. sudah sering berganti personil,
personil #Divoza setelah tamat dari pondok tersebut maka sebagai keanggotaan
nasyid sudah tidak ada ikatan apapun lagi.
akhirnya kita kembali membuka kesempatan bergabung menjadi
anggota untuk diteruskan oleh adik-adik letingnya.
Dibalik suaranya yang merdu nan syahdu, ia juga sebagai
santri yang rajin menghafal al-quran. acara-acara resmi pondok selalu diisi
oleh lantunan ayat suci yang dibacakan olehnya.
#Divoza saya titipkan dipondok ini setelah saya tidak lagi
mengabdi. diapun kini menjadi alumni. bahkan saya mendengar dia sudah hafal 20 juz. kabar baiknya lagi,
dia lulus di Tarbiyah Bahasa Arab.
Namun apa hendak dikata, anak berbakat dan haus akan ilmu
ini harus rela menguburkan cita-citanya melanjutkan belajar ke jenjang
perkuliahan. teman-temannya yang dulu sepondok dengannya, kini sedang
semangatnya dan merasakan dunia "mahasiswa".
Dia sekarang dikampung bersama orang tuanya bercocok tanam,
keputusan pahit yang dialaminya tidak melanjutkan kuliah karena ekonomi. iya
faktor ekonomi.
Sang ustazpun berkata, kenapa ia baru mengabarkannya
sekarang, harusnya jika ia butuh bantuan, saya siap membantu, bagaimana caranya
nanti kita carikan. saya akui ketulusan sang ustaz ini terhadap anak didiknya.
Akhi fillah, saya doakan kamu tahun depan sudah bisa
melanjutkan lagi kuliah. Amiin..
ini kisah nyata yang saya dapatkan dari seorang ustaz di pesantrennya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar