Di kisahkan ada seorang pria yang sangat mencintai seorang
gadis, karena saking cintanya sampai dia pun jatuh sakit yang
berkepanjangan. Sakitnya semakin parah tatkala dia tahu cintanya hanya bertepuk
sebelah tangan. Tanpa wanita itu sedikit pun tidak merasa mencintai pria
tersebut. Berbagai cara di lakukan oleh orang-orang yang ingin menyatukan dan
mengembalikan kekasih yang di dambakannya tersebut.
Wanita tersebut sering
kali di kunjugi oleh orang-orang yang ingin menyatukan kedua insan yang berbeda
itu. Tapi tetap wanita yang di dambakan oleh pria tersebut tidak mau tahu, karena
memang wanita ini sebelumnya belum pernah merasa tertarik pada pria yang di
tawarkan oleh perantara.
Tanpa di sengaja
kabar burung pun datang kepada pria yang mendambakan wanita tersebut. Berbahagialah
hati sang pria, serta kesedihan yang selama ini menderanya sedikit banyak dapat
terobati dengan kabar yang di berikan oleh orang-orang itu.
Pada detik-detik
menunggu waktu yang di janjikan oleh perantara tersebut, datanglah sang
perantara kepada laki-laki tadi. Dan perantara itu pun berkata. “Ia menemuiku dan
aku menyakini dia akan menyampaikan kabar gembira, tapi tak diyana ia ternyata
menolak”.
Tatkala mendengar
kabar dari perantara tadi sang pria itu terjatuh dan bertambahlah sakit yang di
deritanya, dan lebih parah dari sakit sebelumnya. Saat-saat menjelang akhir
hayatnya, dia bersenandung:
“Wahai penenang jiwaku dan pengobat rasa sakit dan
kepedihanku, aku berserah diri kepadamu.
Keridhaanmu lebih kurindukan dalam jiwa dari pada rahmat
Sang Pencipta.”
Maka perantara tadi
berkata, “wahai pulan bertaqwalah kepada Allah!”, “sudah pernah aku lakukan”.
Jawab pemuda itu. Maka aku tinggalkan pemuda tersebut. Dan sebelum kakiku
melewati pintu rumahnya aku mendengar ratapan kematian yang sangat mengerikan.
Pembaca kita berlindung kepada Allah dari, su’ul khatimah sebuah akhir yang buruk.
Yang semua orang berpotensi untuk mendapatkannya. Na’udzubillahimindzalik
*penulis adalah mahasiswa Ma’had “Utsman bin Affan” Jakarta Timur

Tidak ada komentar:
Posting Komentar