Senin, 23 Februari 2015

PESAN PAK ADNAN ' POLISI MEU PEP PEP "



Masih sangat teringat dibenak saya, pesan salah satu polisi yang sangat dikenal luas oleh masyarakat kota Banda Aceh karena gayanya yang unik, dalam menertipkan lalulintas dikota Banda Aceh. Pak Adnan sang polisi ‘meu pep pep’ , dimana nama tersebut tentunya tidak asing bagi masyarakat banda Aceh.


Disuatu sore saya bersama kawan – kawan sedang menikmati kopi disalah satu warkop di ibu kota. Ditengah perbincangan saya bersama rekan saya, tiba – tiba masuk sebuah mobil patroli lalulintas ke halaman warung kopi. Ketika sedang diparkir, tidak sedikit pengunjung warung kopi melihatnya. Salah satu yang menjadi tontonan pengunjung adalah karena pengemudi tidak berhenti berbicara melalui pengeras suara dimobilnya. ‘Nyaaan’ kata beberapa pengun jung disore itu.

Pintu kanan mobil tersebut dibuka, dan turunlah seorang Pak polisi layaknya sang komandan yang berjalan dengan gagah, walau umurnya tidak lagi muda. Ya, dialah pak Adnan Polisi ‘Meu pep pep’. Sahabat saya yang tanpa rasa malu, seolah kenal dekat dengan pak Adnan menyapanya, “Pak, Keuno neujak, tajep kuphi ino mantong”. (Pak, Kemari  kita ngopi disini saja). Pak Adnan pun tak menyia nyiakan ajakan tersebut. Dia menghampiri meja kami sambil melempar senyum dan  seraya berpesan “ kiban?, nyo tanyo udep didunia beuna 2 boh hal. Yang phon peu mantong tapeuget harus ta lakukan beu ikhlas. Yang kedua, bek lee gengsi, sebab menyo lee gengsi hana roh taho. Begini terjemahannya. (Bagaimana?, kita hidup dudunia ini harus ada 2 hal. Yang pertama apa saja yang kita lakukan harus dengan rasa ikhlas. Yang kedua, jangan banyak gengsi, sebab jika banyak gengsi kita susah berkawan).

Saya geleng geleng kepala mendengarkan nasihat pak Adnan tersebut. Dalam benak saya berkata , “ ini sosok Polisi yang berjiwa guru, polisi yang berjiwa tengku ”. nasihatnya tepat dan logis. Kopi sore pun bertambah hangat dengan hangatnya nesihat polisi meu pep pep. 

Tanpa menyiakan waktu, saya mengambil handphone dan meminta tolong kepada kawan untuk menduokumentasikan pertemuan langka ini. " pak, izin foto jeut, dren kan ka terkenal, tafoto sigo" ujar saya ke pak Adnan. :-)


2 komentar: