Tidak banyak kata yang ingin aku ucapkan saat itu. Aku hanya
ingin menjadi pendiam dan mencoba melawan sikap serta tingkah hakikiku.
Tipe orang seperti aku selalu mencoba untuk tertawa dan
tertawa walau tawaanku hanyalah symbol effect perasaan..ah…..apalah itu.
Aku tidak boleh lagi menulis status sesukaku, aku juga tidak
boleh lagi menjadi orang yang bebas kemana aku mau.
Ehmm..jujur !! aku cukup senang dengan kondisi ini. Aku tau
ini adalah larangan berupa PERHATIAN tulus padaku. Dan aku juga tau bahwa
kau sitangkai bunga yang melarangku untuk merubah diri menjadi yang terbaik
.
Padahal sangat tidak mudah merubah daun hijau menjadi
kering. Kali ini aku salut sama sitangkai bunga yang mampu merubah daun menjadi
apa yang diinginkan.
Nankuneye katelikeru sarheyo ashiteru 4 (Empat) kata paling
menyentuh tapi jarangnya disebutnya.
Aku juga gak tau dari mana asal mula
kata-kata indah itu muncul. Nankunee ye katelikeru sarheyo ashiteru terus saja
terbenak dalam jiwa yang ku anggap sedikit menggombal.
Bisa dikatakan usia sitangkai bunga menjalin kisah bersama
daun hanya kurang lebih setahun, baruuuuu aja
.
Padahal daun bukanlah tipe yang mudah disuruh dan diubah
oleh siapaun kecuali yang telah melahirkan dan menciptakannya.
Sekali lagi saluuut buat tangkai bungaku. Kau mampu merubah
tingkahku dan kau juga mampu merubah
kondisi dengan tangkaimu.
Izinkan aku untuk mendengarkan “Nankuneye katelikeru sarheyo ashiteru” dari
mulutmu. Kata yang pernah muncul dialam mimpiku sejak dulu. Oh…….
Tulisan ini kunobatkan sebagai tulisan alam mimpi…kutulis
dan kugores kata ini saatku terbangun dari tidurku, dan wajar jika kata2 yang
coba ku ukirkan adalah kata2 yang jauh kau pahami..namun jika itu bisa kau
pahami ku tau kau akan tersenyum dan tersenyum. Thanks.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar