ANJURAN !! BACA DENGAN INSTRUMEN MIRAGE (KITARO)...maksaaaaa
Sedikit pun tak ada maksud dariku menghitamkan kertas putih ini dengan tulisan - tulisan nakalku. tapi aku mencoba merangkai kata dengan niat mencoba untuk belajar menjadi penulis. ah...sepertinya cukup merasa senang dan ceria menjadi penulis, apa lagi aku bisa membuat sebuah novel yang berlandaskan aroma islam, baik masalah cinta, agama, atau apapun itu namanya seperti kang habib el sirazi itu lho...hehehehe..ntah apaaa. husssssh. keknya udah deh basa basiku.
okey..aku mulai saja deh nulisnya, uppps tapi ingat !! aku harap kalian bisa ngerti dengan gaya bahasaku yang sok kota ini. ehm ehm..boleh dunkkk aku basa basi lagi. jujur..aku malu malu gak jelas gitu ketika jari jariku mencoba untuk menulis kisah ini, tapi bismillah saja laah. ehm ehm. bentarrrr, aqu baca bismillah dulu yaa, Bismillahirahmanirahimmm. oke..kita mulai. oya..kalian baca dengan penuh perasaan kalau bisa baca sambil dengar instrumen Mirage dari KITARO atau yang mellow and nyentuh gitu deeeh..hehehe. (banyak kali ngomong yaa) hihihihihi. bismillah..lets begind
aku seorang anak desa yang hidup sederhana dengan harta yang dimiliki oleh orang tuaku, dan itu terus aku syukuri sampai detik ini. ayah sangat senang jika anak anaknya bisa hidup mandiri dan taat beragama. ehm...dimulai dengan pendidikan Madrasah Ibtidayyah Negeri (MIN) terus ayah mengantarkanku ke suatu pondok yang tak begitu jauh dari tempat tinggalku. padahal sebelumnya aku sempat kabur dari rumah mencoba untuk lari dari misi ayah yang akan menyekolahkanku ke pondok. sumpah !! aku gak pernah bermimpi untuk sekolah dipondok. waktu itu perdebatan panjang antara aku & ayah terjadi. pertengkaran semakin panas, maklum masih anak ingusan,,whehehehe.
>>>>>> Testingpun sudah aku ikuti, tinggal menunggu pengumuman. tanggal 28 bulan 2 tahun 2001 (kalau gak salah sih) pengumuman diumumkan melalui media cetak (koran). tau gak, malamnya aku berdoa sama Allah supaya aku gak lulus, pokonya nomor testing aku jangan tertulis (harapanku waktu itu). pagi pagi buta ayah menuju ke pasar untuk membeli koran (dengan harapan aku lulus),.setibanya ayah dirumah langsung aku dipanggilnya, gini kata ayah : neukkkk..jak keuno dile, nyo koran ka ayah blo, keno neuk taci kalon, peu na nan cut bang (panggilanku). lembaran demi lembara kami buka..(dalam hatiku : ntah apa gabuk x ayah nyo, ya Allah semoga nama saya gak ada). akhirnya ayah menemukan no testingku dan jelas yang tertulis di koran itu benar nomor testingku. (perasaanku : sedih, gelisah, benci,) ayah malah memeluk dan menyalamiku. whehehe..
>>>> suasana di pondok.
belum genap satu minggu, aku kabur dari pondok..(whuahahahahahahahaha..parah yaa.). alah...lama kali kalo nulis, mending aku langsung cerita ke beberapa tahun selanjutnya ja yaaa..
>>> akhirnya sang adik juga disekolahkan ditempat yang sama, hari demi hari, tahun berganti demi tahun tiba akhinya aku menjadi pengurus organisasi bagian mesjid lagi" anak yang baik"..(Preeeeeeeeeeeeet). aku mulai resah dengan kehadiran adik disatu sekolah yang sama denganku, huff...
>>> suatu ketika, ntah kenapa aku mengajak sang adik kabur dari pondok untuk pulang kerumah.
aku : dik..pulang kita yook..
adik : buat apa bang ?
aku : halah..pokoknya pulang ja, kan drumah besok pesta abg kita.
adik : oya ya bang. emg udah mnta izin bang?
aku : udah..qe tenang ja..(padahal aku bohongin dia)
adik : okelah bang jika sudah dikasih izin, tgu yaa, adik gnti pakaian dulu.
aku : jgn lama2 kali keburu magrib. (dengan nada sinis)
>>> akhirnya kembali lagi dipondok setelah beberapa malam nginap dirumah. suatu malam terdengar pengumuman dari ustaz bagian pengasuhan : Huna i'lan wahid, yahzuranna ila diwani rri'ayati thalabah, al'an, ulaa ikahum : Abdel , ridha (nama adik).artinya : diharapkan datng ke kantor pengasuhan sekarang juga, mereka adalah : abdel dan ridha.
setibanya kami dikantor (hatiku sudah setengah di bumi setengahnya lagi di akhirat) kwkwkwkwkwkwkwk..
>>persidanganpun dimulai..
ustaz : kenapa kalian kaburrrrrrrrrrrrrrrrrrrr? (nada brimob papan atas)
aku : &%#@@#>"?:_)*&.
ustaz : ridha, sekarang jongkok kamu, jgn lp baca bismillah (mau dirotanin)
aku : ustaaazz (dengan nada sayang dan sedih)..ustaz, jgn pukul dia, ustaz, dia gak bersalah us, saya yang berrsalah, tolong jangan pukul adik saya ustaz, pukul saja saya ustaz, saya ikhlas menerima hukuman ini.
ustaz : baiklah..angkat kakimu ..
adik : ustaz cukupp jangan pukul lagi abg ana, ustaz cukuppp (dengan deraian air mata)
Ustaz ; naaakk..besok besok minta lah izin, jangan suka melanggar ya nak..yasudah, sekarang istirahatlah, semoga ini menjadi obat buat kalian
aku & adik : iya ustazz :'(
ehmmmm.. tulisan dan karangan di atas hanyalah OPINI yang setengahnya fakta..bhuahahaha...
intinya guys... adikmu wajib kamu sayangi, ayahmu wajib kamu taati, gurumu wajib kamu patuhi. oarangtua adalah pendekar kita. setujuu ?

Tidak ada komentar:
Posting Komentar